Koleksi Film Cult, Unik dan ‘Membuka Mata’

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Anda seorang penggemar film dan ingin menjadi kolektor? Jika ya, anda mungkin mau melengkapi koleksi anda dengan film-film cult. Berasal dari bahasa Inggris yang berarti ‘kultus,’ film-film cult cenderung memiliki basis penggemar khusus yang biasanya berjumlah kecil namun spesifik. Film-film cult biasanya memiliki tema eksentrik, menampilkan adegan-adegan tabu dan tidak mengikuti tren pembuatan film yang biasanya diikuti film-film blockbuster. Plus, film cult biasanya beredar terbatas sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk menemukan rekamannya. Terkadang, sebuah film cult bahkan bisa gagal secara komersil dan secara umum dianggap film buruk, namun memiliki pesona tersendiri yang tidak ada pada film-film lain sehingga memiliki kelompok penggemar dan kolektor tersendiri. Film cult bisa dibuat oleh studio film besar atau digarap secara independen.

Tema Umum Film Cult dan Contohnya

Film-film cult biasanya memiliki tema-tema yang kontroversial seperti hubungan inses, perilaku seksual menyimpang, hubungan sesama jenis, sadisme dan sebagainya. Contoh film-film yang menjadi cult karena tema-tema kontroversial adalah seri horor Jepang Guinea Pig yang menyuguhkan mutilasi dan kekerasan berdarah, Pink Flamingos yang mengeksplorasi inses dan koprofagia (perilaku suka memakan kotoran manusia), The Rocky Horror Picture Show yang merupakan film musikal dengan tema homoseksual dan transvetisme, The Serbian Movie yang menjelajahi tema pornografi, video snuff (video yang menyuguhkan adegan pembunuhan nyata dan diedarkan sebagai hiburan) dan kelainan seksual, dan Antichrist yang menyuguhkan elemen surealisme plus adegan seperti mutilasi alat kelamin yang disorot dari dekat. Bahkan, ada juga film yang mendapat status dikultuskan justru karena begitu buruknya dari segi kualitas dan efek hingga patut dilihat. Contohnya adalah Maximum Overdrive yang diangkat dari novel Stephen King, Evil Dead yang disutradarai Peter Jackson sebelum terkenal dengan The Lord of the Rings-nya, Troll dan Manos: the Hands of Fate. Rekaman film-film ini bisa sangat berharga bagi kolektor film yang serius.

Apakah semua film cult termasuk film gagal atau bermutu buruk? Tidak juga; beberapa film cult justru sangat menyenangkan untuk ditonton karena sang sutradara dan penulis naskah mampu mengarahkan film tersebut dengan baik, sehinga memeroleh kesuksesan di kalangan penonton dan kritikus. Contohnya adalah film-film zombie karya George Romero seperti Dawn of the Dead dan Diary of the Dead yang menginspirasi tren film-film serupa macam Resident Evil, Cannibal Apocalypse yang menginspirasi tren film bertema kanibalisme, The Adventure of Priscilla: Queen of the Desert yang dibintangi Hugo Weaving dan mendapat pengakuan positif dari para kritikus serta Heathers yang merupakan film remaja namun digarap dengan gaya satir dan nuansa cerita yang lebih ‘gelap’. Para kolektor biasanya memeroleh film-film ini dengan bertukar informasi di forum penggemar film, mengunduhnya lewat internet, menjelajahi toko dan tempat penyewaan DVD hingga memesan lewat toko-toko online seperti E-Bay dan Amazon.

Tags: ,

Share |

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Hei Kak, Ada yang bisa kami bantu?