Manfaat Memelajari Seni Tari Sejak Dini

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Dulu, mungkin kita sering mendengar tentang orang tua yang berpendapat bahwa memelajari sains, matematika dan bahasa asing itu lebih baik bagi anak daripada seni tari (sekarang pun mungkin masih). Alasannya, keahlian menari tidak akan membawa kesuksesan besar di masa depan dan hanya membuang waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mengejar nilai tinggi di sekolah. Kenyataannya, belajar menari secara rutin membawa manfaat yang bahkan melebihi nilai tinggi di buku rapor, karena manfaat yang diperoleh bisa terus melekat bahkan hingga si anak dewasa. Yang dimaksud tentu saja bukan manfaat seperti menjadi penari profesional yang bisa mendapat banyak uang (walau ada juga yang berkeinginan belajar menari dengan tujuan demikian), namun juga berbagai manfaat fisik dan mental yang hasilnya dapat dilihat baik di masa hidup si anak yang sekarang maupun kelak saat ia sudah dewasa.

Apa saja manfaat memelajari seni tari sejak dini? Berikut beberapa di antaranya.

Fisik dan Koordinasi Mantap

Belajar menari secara rutin memiliki pengaruh bagus pada perkembangan fisik dan kesehatan anak. Dengan menari, tubuh anak menjadi lebih lentur, koordinasi pikiran dan gerakannya lebih terkontrol, postur tubuhnya lebih bagus dan mengurangi resiko obesitas dini. Bahkan, jika keahlian menari ini terus diasah hingga dewasa, bisa mengurangi resiko beberapa penyakit seperti encok, kepikunan, tulang rapuh, stroke dan penyakit jantung.

Melatih Disiplin

Ketika berjuang menguasai manuver-manuver dan koreografi tarian, seorang anak tidak bisa menyontek untuk melakukannya dengan baik. Agar bisa menguasai semua gerakan yang dibutuhkan untuk satu set tarian, anak benar-benar harus disiplin dalam berlatih dan memiliki komitmen tinggi. Jika anda perhatikan, sekolah-sekolah tari yang bereputasi baik biasanya memiliki tingkat kedisiplinan yang ditanamkan dengan kuat kepada tiap murid, bahkan kadang melebihi sekolah umum.

Meningkatkan Kreatifitas dan Kepercayaan Diri

Seni tari menuntut seorang anak untuk belajar berekspresi lewat tariannya; hal ini dapat berdampak pada tingkat kreatifitas serta kepercayaan diri di dunia luar sanggar atau sekolah tari. Selain itu, kemampuan fisik dan berolah gerak yang diperoleh dari belajar menari dapat membuat anak merasa percaya diri, yang kemudian dapat berdampak baik pada motivasinya dalam melakukan suatu tugas serta mengejar target di berbagai bidang kehidupan berapapun usianya.

Belajar Bekerjasama, Tidak Melulu Berkompetisi

Dalam dunia sekolah umum, anak sering diajar untuk berkompetisi dengan teman-temannya demi mendapat peringkat tinggi di kelas. Dalam seni tari, terutama jika menarikan banyak tarian berkelompok, anak harus belajar untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan anak-anak lain untuk menghasilkan satu penampilan yang bagus. Hal ini bagus untuk menyeimbangkan jiwa kompetisi dengan semangat kerjasama dan menghilangkan sikap sombong serta mau menang sendiri.

Membentuk Saluran untuk Mekanisme Pertahanan Ego

Yang dimaksud dengan mekanisme pertahanan ego di sini adalah setiap tindakan yang dilakukan setiap kali seseorang habis mengalami sesuatu yang mengguncang sistem nilai, pemahaman serta harga dirinya. Jika seseorang tidak memiliki sistem mekanisme pertahanan ego yang baik, ia akan melampiaskannya ke hal-hal buruk seperti minum minuman keras, menutup diri, jatuh ke dalam depresi, melakukan tindakan agresif dan sebagainya. Kegiatan olah fisik seperti seni tari dapat menjadi bagian dari mekanisme pertahanan ego yang sifatnya positif yang disebut sublimasi, dimana emosi negatif dilampiaskan ke dalam tindakan positif. Dengan demikian, secara tidak langsung, seni tari dapat membantu anak untuk belajar menjadi pribadi yang memiliki mental sehat.

Tags: , ,

Share |