Membedakan Iklan Lowongan Kerja Palsu dan Asli

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Lowongan kerja merupakan sesuatu yang menjadi barang rebutan di antara sarjana baru dan mereka yang ingin menambah pengalaman kerja atau baru berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Jika sebelumnya iklan lowongan kerja hanya muncul di koran, buletin kampus dan kantor departemen tenaga kerja, kini ribuan iklan semacam itu dapat ditemukan dengan cepat dan mudah di internet. Sayangnya, tingginya kebutuhan orang akan mata pencaharian membuat banyak oknum mengambil kesempatan dengan membuat info lowongan kerja palsu. Lowongan semacam ini biasanya menggunakan nama perusahaan fiktif atau menumpang nama perusahaan yang sudah ada, lantas menjebak pelamar kerja dengan berbagai alasan seperti meminta uang administrasi, uang untuk biaya pelatihan, uang untuk seragam dan sejenisnya.

Para penipu semacam ini semakin lama semakin pintar, sehingga sebuah lowongan kerja palsu bisa dibuat sangat meyakinkan. Bagaimanapun, para penipu ini jelas harus bisa menipu orang sebanyak-banyaknya dengan cepat, sehingga mereka seringkali melakukan beberapa kejanggalan kecil di dalam iklan lowongan kerja. Kejanggalan-kejanggalan ini mungkin nyaris tak terdeteksi oleh banyak orang, namun anda bisa menghindarinya dengan sedikit waspada dan teliti.

Sebelum anda menjawab sebuah iklan lowongan kerja terbaru, perhatikan tanda-tanda berikut ini:

Jenjang Syarat Pendidikan yang Terlalu Lebar

Beberapa perusahaan mungkin mencantumkan sebuah lowongan kerja untuk jenis atau jenjang pendidikan yang berbeda, misalnya lowongan pekerjaan yang terbuka untuk semua latar belakang fakultas, lowongan yang menerima lulusan D3 namun mengutamakan lulusan S1 atau lowongan pekerjaan untuk lulusan S2 yang juga bisa dimasuki sarjana S1 asalkan sudah memiliki sertifikat atau keahlian tertentu. Akan tetapi, waspadai jika sebuah lowongan mencantumkan jenjang syarat pendidikan yang terlalu lebar seperti SMA hingga S1, karena keahlian yang dimiliki jelas akan berbeda jauh.

Jenjang Usia yang Terlalu Lebar

Beberapa perusahaan mengutamakan pelamar dari usia tertentu, misalnya antara 25 hingga 30 tahun, maksimal 35 tahun dan sebagainya. Akan tetapi, waspadalah jika persyaratan usia yang diberikan terlalu lebar dan tak masuk akal, misalnya 19 hingga 40 tahun; hal ini karena si penipu ingin memperbesar kemungkinan makin banyak korban yang terjebak.

Lowongan Tidak Tercantum di Situs Resmi Perusahaan

Seringkali ada penipu yang memanfaatkan nama sebuah perusahaan ternama untuk membuat lowongan kerja palsu, sehingga anda perlu berhati-hati. Jika anda mencurigai atau merasa janggal terhadap sebuah lowongan, anda bisa langsung melihat situs asli perusahaan tersebut atau bahkan menelepon untuk mengecek kebenaran lowongan kerja tersebut, apalagi jika persyaratan lowongan itu meminta anda untuk mengirim CV dan resume ke nama pribadi tanpa embel-embel, bukan departemen HRD, kepala bagian personalia dan sejenisnya.

Iming-imingnya Besar

Waspadalah jika sebuah lowongan memberi iming-iming gaji besar, tunjangan, jenjang karir dan sebagainya namun tidak mencantumkan rincian jabatan dan tugas-tugasnya dengan baik.

Tags: , ,

Share |