Menghadapi Anak Takut, Sering Menangis Pada Waktu Malam

January 24th, 2013 | by Penulis Artikel |

Ketakutan pada  anak  merupakan  suatu keadaan di mana  si anak secara alamiah menjadi individu yang melindungi diri dari suatu bahaya yang merupakan pengalaman baru untuknya.Ketakutan anak harus di sikapi dengan bijaksana.Jika ketakutan ini tidak mendapat respon yang baik ataupun tak mendapat penyelesaian secara tuntas akan berakibat  menjadi suatu Pobia.Ketakutan adalah wujud emosi  dari anak di situasi yang ia sangat merasa tidak nyaman dan mengancam jiwa nya secara psikologis. Tugas Orang tualah untuk mampu memberi pendampingan pada buah hati disaat seperti ini.Ketakutan yang sering di alami pada anak  adalah ketakutan saat berada di lingkungan baru, biasanya ketakutan ini lebih bersifat sementara  karena  biasanya dengan komunikasi  dan pendampingan keberanian anak akan muncul kembali.Anak akan belajar bersosialisasi berada ditempat baru dan bertemu orang asing yang mungkin dia tidak kenali, tapi untuk kasus ini perlu diberi penjelasan pada anak bahwa dia harus tetap waspada di lingkungan baru apalagi dengan orang yang tidak di kenalnya.

Kadang ketakutan dari anak sebatas hal yang spesifik seperti takut, hewan, gelap atau orang asing. Ungkapan ketakutan pada anak pun beragam, ada yang berupa tangisan, jeritan, ataupun ekspresi takut dan tak mau lepas dari orangtua. Rasa takut pada anak sebenarnya jika ditangani dengan tepat akan hilang dengan sendirinya  seiring berjalannya waktu.

Jika anak merasa  ketakutan yang teramat sangat, yang perlu kita terapkan pada anak  adalah sebagai berikut :

1. Selalu di samping anak untuk memberikan pendampingan dan memberikan rasa aman kepada anak

2. Jangan pernah memberi cibiran yang negatif kepada anak, karena untuk dia ketakutan ini merupakan hal baru  untuk memahaminya butuh proses, dan prosesnya pun bertahap .

3. Jika anak  mengekspresikan takutnya dengan menangis cobalah menenangkan si anak dengan memberikan pelukan, yang tentunya akan membuat anak merasa nyaman dan aman

4. Cobalah  beri pengertian pada anak secara perlahan  bahwa ketakutannya bisa ditangani dengan baik nanti berjalannya waktu, karena pemahaman anak pastilah lebih rumit.

5. Selalu mencoba mencari solusi  jika  terjadi ketakutan sehingga tidak menjadikan fobia pada anak.

Ada ketakutan yang sering terjadi pada anak, diantaranya ketakutan yang dialami anak pada  malam hari, sering terbangun tengah malam.

Biasanya ketakutan ini lebih pada dorongan psikis anak yang terbangun di tengah malam karena takut gelap, takut dan merasa sendiri saat terbangun tengah malam, biasanya ekspresi anak adalah dengan menangis. Untuk penanganannya, jika memang anak sedang dalam tahap belajar untuk tidur sendiri cobalah dampingi anak saat masa uji coba tidur sendiri. Dengan menemani sianak hingga anak tidur  terlelap  dan atau memberikan mainan  favoritnya untuk menemaninya tidur. Hal ini akan memberikan rasa yang nyaman dan aman untuknya. Beri pengertian pelan pelan bahwa  papa dan mamanya masih di dekatnya hanya pisah kamar saja dan  jika sewaktu waktu sianak takutpun pintu kamar  papa dan mamanya selalu terbuka untuknya,  agar anak merasa aman  karena papa dan mamanya mengawasinya.

Anak menangis  di malam hari  itu bisa jadi ini  indikasi  masih ada kebutuhan nya yang belum tercukupi misalkan si anak lapar atau haus otomatis dia  akan bangun  dan menangis di malam hari sehingga perlu dilihat dulu apa  permasalahannya  sehingga anak selalu terbangun di malam hari.

Adapula Anak yang suka terbangun di malam hari  karena menahan pipis, karena tidak terbiasa mengompol, untuk yang satu ini biasakan sebelum tidur anak pipis dulu, sehingga dia tidak perlu bangun di malam hari hanya sekedar pipis.

Anak yang terlalu capek beraktifitas dan kurang tidur siang biasanya juga  sering bangun di malam hari dan rewel. Untuk  masalah ini , biasakan mendisiplinkan anak untuk selalu tidur siang teratur sehingga kondisi badan anak tidak terlalu capek beraktifitas sehingga tidur malamnya pun pulas. karena siklus tidur yang buruk seperti bangun tengah malam juga tidak bagus untuk perkembangan motorik anak. karena dengan istirahat yang cukup  otak  mampu bekerja lebih baik  sehingga daya tangkap  serta motorik anak pun menjadi bagus.

Semua permasalahan ketakutan yang di alami anak merupakan proses si anak  membentuk pribadi, tugas orang tualah memberi stimulasi positif agar ketakutan itu dapat tertangani dengan baik karena berjalannya waktu masa itu akan terlewati dengan sendirinya. Tentunya dengan pendampingan dari orang tua yang bijaksana maka ketakutan tidak menjadi pobia.

Tags: , ,

Share |

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Hei Kak, Ada yang bisa kami bantu?