Sumber Pustaka yang Baik dan Buruk untuk Karya Tulis

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Sumber pustaka merupakan elemen penting dalam pembuatan berbagai karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis dan disertasi. Saat ini, para mahasiswa memiliki kemudahan dalam hal mencari bahan-bahan teori untuk karya tulis, terutama dengan kehadiran internet. Akan tetapi, hal ini juga harus membuat waspada. Di satu sisi, kehadiran internet membuat proses pencarian satu jenis informasi spesifik sangat mudah dan cepat. Di sisi lain, hal ini membuat para mahasiswa menjadi kurang waspada dalam hal memilih sumber pustaka yang kredibel, karena kini siapa saja dapat mengeposkan informasi jenis apapun di internet. Akibatnya, para mahasiswa ini tanpa sadar membuat karya tulis di atas dasar teori yang salah atau belum terbukti kebenarannya, hingga pada akhirnya mempengaruhi nilai mereka.

Jadi, apakah kita harus menyingkirkan internet sebagai sumber pustaka untuk penelitian kita? Belum tentu, karena banyak lembaga dan institusi ternama serta bertanggungjawab yang mengeposkan materi yang pantas dijadikan karya tulis di media internet. Anda hanya harus mengetahui jenis-jenis sumber pustaka apa yang pantas dijadikan bahan pembuatan karya tulis dan mana yang tidak. Berikut ini beberapa contohnya dari dua kategori tersebut.

Sumber Pustaka yang Baik

Contoh sumber pustaka untuk karya tulis yang cukup kredibel adalah:

  1. Buku teks dan jurnal penelitian yang dicetak.
  2. Terbitan resmi dari lembaga penelitian atau institusi dan organisasi resmi dari suatu bidang seperti berbagai universitas, LIPI, HIMPSI (Himpunan Psikolog Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia), WWF dan sebagainya.
  3. Buku mengenai suatu topik yang memang ditulis oleh ahlinya.
  4. Jurnal penelitian yang diterbitkan lewat internet. Banyak universitas ternama di luar negeri seperti Oxford, Yale, Harvard dan Cambridge atau lembaga resmi menerbitkan jurnal penelitian dan abstraksi yang bisa diunduh baik secara gratis maupun dengan membayar.
  5. Situs resmi dari sebuah lembaga di bidang yang anda jadikan topik skripsi. Misalnya, jika penelitian anda tentang psikologi, anda bisa mengunjungi situs resmi APA alias American Psychology Association.
  6. Situs resmi pemerintah seperti situs resmi sebuah departemen, situs resmi pemerintah propinsi dan sebagainya.

Sumber Pustaka yang Buruk

Untuk yang satu ini, jangan heran jika internet mendapat cukup banyak sorotan sebagai sumber potensial untuk kepustakaan karya tulis yang buruk. Contoh sumber pustaka yang tidak cukup kredibel adalah:

  1. Artikel majalah dan koran. Karena sifat berita-berita yang sementara di dalamnya, majalah dan artikel sebaiknya tidak dijadikan sumber pustaka utama melainkan lebih kepada pendukung atau ilustrasi.
  2. Novel sejarah, sains dan sejenisnya. Walaupun kedengarannya agak konyol, ternyata cukup banyak mahasiswa pemula (atau pemalas) yang bergantung pada informasi dari novel berlatar belakang sejarah atau sains untuk menggarap skripsi atau karya tulis lain. Ingat, walaupun novel-novel semacam ini digarap berdasarkan fenomena nyata, hal tersebut hanyalah bahan bagi si penulis untuk membuat novelnya menarik untuk dibaca.
  3. Blog pribadi. Ingat, blog merupakan sesuatu yang bisa dibuat secara gratis dan diisi dengan hampir apa saja, oleh siapa saja. Walau sebuah blog bisa nampak meyakinkan, blog pribadi sangat rawan bias atau misinformasi sehingga tidak bisa dijadikan sumber pustaka utama.
  4. Wikipedia. Walaupun Wikipedia mengukuhkan diri sebagai sebuah situs ensiklopedi, situs ini bisa diedit oleh siapa saja. Banyak dosen yang melarang mahasiswa menggunakan Wikipedia sebagai sumber karya tulis karena faktor tersebut. Sebagai gantinya, jika anda menemukan halaman Wikipedia yang membahas topik yang anda garap, lihatlah sumber pustaka artikel tersebut di bagian bawah dan lacaklah sumber-sumber tersebut untuk bahan penelitian alih-alih langsung mengambil informasi dari halaman itu.

Tags: , , ,

Share |

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Hei Kak, Ada yang bisa kami bantu?