Tari Bali: yang Sakral dan yang Menghibur

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Tari Bali merupakan bagian dari budaya Bali yang kini sangat familiar di berbagai daerah di Indonesia dan bahkan di kalangan orang asing. Karena populernya, banyak biro perjalanan yang mengusung paket belajar tari Bali sebagai bagian dari jadwal tur mereka. Ciri khas dari tari Bali adalah ekspresi yang sangat kuat baik dari gerak-gerik maupun ekspresi wajah para penarinya, kostum yang berwarna-warni dan meriah, gerakan-gerakannya yang beragam mulai dari yang lembut dan gemulai hingga kuat dan dinamis serta makna yang terkandung di baliknya. Anda mungkin sering menyaksikan penampilan para penari Bali di televisi atau panggung, namun tahukah anda makna apa saja yang tercermin di balik setiap penampilan tari Bali? Mari kita lihat.

Makna Khusus di Balik Tari Bali

Seperti banyak tarian tradisional lainnya, jenis-jenis tari Bali juga dibedakan menurut tujuan di baliknya. Secara umum, tari Bali memiliki tiga kelompok jenis yaitu tari khas upacara yang disebut bebali, tarian yang bersifat sakral yang disebut wali dan tarian yang memang khusus untuk hiburan atau balih-balihan. Jika dipentaskan di pura, tiap tarian memiliki ketentuan sendiri terkait lokasi tempat menarikannya. Tarian yang sakral tentu saja mendapat tempat di bagian dalam pura, sementara tarian untuk upacara dipentaskan di halaman tengah. Untuk tarian yang bersifat hiburan, halaman luar pura menjadi tempat paling tepat untuk mementaskannya karena merupakan tontonan untuk umum.

Berikut adalah contoh beberapa jenis tari Bali dari ketiga kategori tersebut:

  1. Tari sakral mencakup berbagai tari topeng seperti topeng pajegan yang biasa dipertunjukkan saat pernikahan atau upacara akil balig di pura, tari pendet yang merupakan tarian pembuka upacara religius, tari barong yang melibatkan dua penari pria di dalam kostum makhluk mistis dan menceritakan pertarungan antara kebaikan serta kejahatan, tari sanghyang dedari yang tujuannya meminta berkah dari para dewa, tari baris yang merupakan tarian berkelompok dan dibawakan penari pria, serta tari rejang yang gemulai.
  2. Tarian hiburan mencakup tari kecak yang khas dan dinamis, tari kebyar yang diiringi tabuhan gamelan gong kebyar yang meriah, tari janger yang merupakan tari pergaulan pria dan wanita serta tari legong yang biasa dibawakan tiga penari.
  3. Tari upacara mencakup tari gambuh yang sebenarnya lebih cocok disebut sendratari. Tarian ini dapat dirunut ke periode Majapahit dan biasanya hanya ditampilkan di hari besar.

Kini, beragam tari Bali bahkan yang termasuk tarian upacara dan tarian sakral tidak hanya dipertunjukkan di pura; contoh yang paling umum terlihat adalah tari pendet sering dipertunjukkan sebagai tari penyambutan. Tari kecak pun sering dibawa ke dalam pertunjukan panggung atau menjadi bagian dari pertunjukan musik dengan dimodifikasi.

Tags: , ,

Share |