Teknologi Baru Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Mobil dianggap sebagai salah satu penyumbang emisi karbon sekaligus pemakan bahan bakar fosil terbesar di dunia, sehingga tidak mengherankan jika teknologi ini dianggap sebagai salah satu penyebab semakin parahnya efek rumah kaca walaupun keberadaannya sangat dibutuhkan. Karenanya, tidak mengherankan jika berbagai saran yang berkaitan dengan cinta lingkungan menganjurkan orang untuk mengurangi pemakaian mobil, misalnya dengan rajin menggunakan kendaraan umum atau bersepeda dan berjalan kaki bila perlu. Akan tetapi, harus diakui bahwa masih banyak negara yang penduduknya belum bisa melepaskan ketergantungan pada mobil, baik karena buruknya moda transportasi umum (misalnya di Indonesia) maupun mobilitas tinggi yang mengharuskan banyak orang menggunakan mobil untuk beraktifitas. Salah satu solusi yang memenangkan kedua belah pihak adalah pengembangan mobil hibrida, namun mobil ini termasuk produk mahal sehingga di Indonesia hanya sedikit yang bisa membelinya.

Solusi Mobil Hibrida Murah Indonesia

Kecanggihan teknologi mobil hibrida sekaligus peranannya dalam hal pengurangan emisi karbon nampaknya telah membuat pemerintah Indonesia mempertimbangkan cara agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses ke mobil jenis ini layaknya mobil-mobil umum dengan sistem bahan bakar karbon. Salah satunya adalah dengan pengembangan program produksi mobil hibrida murah dengan harga yang lebih terjangkau, yaitu mobil yang diproduksi oleh ATPM di Indonesia. Dengan mobil hibrida yang diproduksi di Indonesia, tidak akan ada pajak impor dan pajak penambahan nilai sehingga harganya akan lebih murah; berbeda dengan mobil hibrida impor yang akan dikenakan pajak penambahan nilai sebesar 20%. Insentif yang disediakan untuk program ini rencananya akan disalurkan dalam jumlah yang lebih besar kepada ATPM yang bersedia melakukan produksi mobil hibridanya di Indonesia, plus dengan tingkat kandungan komponen buatan dalam negeri yang harus mencapai sekitar 40% dari keseluruhan komponen mobil. Dengan demikian, harganya sudah pasti akan jauh lebih bisa ditekan.

Mobil hibrida yang diproduksi di Indonesia sudah pasti akan menjadi solusi ramah lingkungan yang akan mengijinkan masyarakat Indonesia untuk tetap mengendarai mobil. Saat ini, diakui rencana produksi mobil hibrida di Indonesia masih sebatas rencana karena harus menunggu keluarnya regulasi resmi. Sebabnya, regulasi resmi akan mencantumkan standar pasti yang dibutuhkan dalam produksi, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh para ATPM untuk bisa menghitung investasi dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan produksi mobil hibrida masal. Belum lagi adanya kabar bahwa rencana pemerintah ini baru disuarakan ke beberapa pemilik merk produsen kendaraan, namun ke depannya diharapkan semua ATPM dapat berpartisipasi dalam membuat lini mobil hibrida dengan harga terjangkau di Indonesia. Walaupun masih berupa rencana, dengan melihat perkembangan mobilitas masyarakat Indonesia modern yang tidak bisa lepas dari mobil, rencana ini nampaknya memiliki kemungkinan besar untuk terwujud.

Tags: , ,

Share |