Tips Melakukan Latihan Fisik untuk Penderita Rematik

February 9th, 2013 | by Penulis Artikel |

Jika anda adalah penderita rematik, terutama jika rematik tersebut kronis, besar kemungkinan anda juga memiliki kondisi kesehatan yang cenderung buruk. Hal ini karena penderita rematik kronis seringkali tidak bisa berolahraga karena takut menyakiti sendi-sendinya. Mitos yang kerap masih dipercaya oleh para penderita rematik adalah semakin aktif anda berolahraga, semakin menyakitkan dampaknya pada rematik anda. Kenyataannya, olahraga justru bisa membantu anda mengurangi dampak menyakitkan dari kondisi rematik. Akan tetapi, memang benar bahwa olahraga yang dilakukan tidak boleh berlebihan, agar tidak semakin menyakiti sendi anda.

Kunci dari latihan fisik yang bagus untuk penderita rematik adalah mengurangi latihan yang mengakibatkan hantaman atau sentakan keras pada sendi serta mengatur variasi latihan agar tulang, sendi dan otot anda bisa aktif tanpa harus memberi penekanan terlalu kuat pada sendi.

Berikut adalah beberapa tips jika anda ingin mencoba berlatih walaupun memiliki kondisi rematik:

  1. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan pada kondisi rematik anda. Mintalah nasihat tentang olahraga jenis apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang harus dihindari. Jika perlu, atur jadwal konsultasi dengan dokter setiap dua atau tiga minggu sekali, terutama jika anda berencana memiliki jadwal latihan yang ketat.
  2. Jika anda diijinkan untuk berlatih dan telah diberitahu jenis latihan yang boleh anda lakukan, turuti saran tersebut.
  3. Hangatkan sendi-sendi anda sebelum mulai berlatih; oleskan salep atau krim hangat untuk otot atau krim rematik di bagian-bagian yang sering terasa nyeri. Lakukan pemanasan aktif selama sekitar 10 hingga 15 menit; pemanasan aktif berarti anda harus terus menggerak-gerakkan anggota tubuh anda, kebalikan dari peregangan pasif. Hal ini sangat membantu melemaskan sendi.
  4. Untuk latihan kardio (penguatan jantung), anda disarankan untuk melakukan jalan cepat atau naik sepeda statis ketimbang jogging atau lompat tali. Gunakan sepatu yang nyaman agar tidak ada terlalu banyak hentakan pada sendi. Latihan ini cukup dilakukan selama 20 hingga 30 menit setiap hari atau paling tidak dua hari sekali.
  5. Latihan peregangan sangat bagus untuk penderita rematik. Anda bisa melakukan gerakan-gerakan peregangan sederhana setelah latihan kardio selama 5 menit, atau melakukan gerakan-gerakan dasar yoga yang tidak terlalu menekan sendi. Anda juga bisa menggunakan tali elastis yang biasa dipakai untuk yoga untuk melakukan peregangan tanpa menyakiti sendi.
  6. Jika anda memiliki akses mudah ke kolam renang, anda bisa melakukan olahraga dalam air seperti aqua-robic. Olahraga dalam air seperti ini memberi dukungan ekstra pada sendi-sendi anda.
  7. Anda bisa melakukan latihan beban, namun kekuatan bebannya sebaiknya tidak melebihi 1 kilogram. Latihan beban singkat juga sangat bagus untuk penderita rematik sekaligus mengaktifkan otot-otot dan meningkatkan kepadatan tulang anda.
  8. Jika anda mengalami gejala-gejala seperti nyeri yang amat sangat atau pembengkakan sendi saat berolahraga, jangan memaksakan diri, karena itu mungkin berarti anda telah menekan sendi-sendi melebihi batas kemampuannya. Segera berhenti dan duduk atau tiduran sambil mengistirahatkan sendi. Setelah itu, konsultasi dengan dokter atau kurangi frekuensi dan durasi latihan anda.

Jika dilakukan secara efektif dan tidak berlebihan, latihan fisik teratur dapat membantu anda mengurangi keluhan-keluhan yang berkaitan dengan rematik seperti nyeri sendi dan pembengkakan. Di samping itu, olahraga teratur juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh anda secara umum, menguatkan otot dan meningkatkan kepadatan tulang sekaligus mengurangi resiko obesitas.

Tags: , , ,

Share |