Tips Memperbaharui Informasi Resume Anda

February 9th, 2013 | by Penulis Artikel |

Jika anda menghabiskan bertahun-tahun mengumpulkan pengalaman kerja, terutama jika jenis pekerjaannya cukup variatif, anda pasti sudah mengumpulkan banyak data untuk dicantumkan dalam resume. Masalahnya, semakin banyak pengalaman kerja anda, semakin banyak pula hal-hal yang harus diperbaharui dan dicantumkan dalam resume anda. Sarjana baru mungkin hanya menghabiskan dua atau tiga halaman kertas untuk menuliskan semua rincian resume mereka, namun anda yang sudah memiliki lebih dari sepuluh tahun pengalaman kerja di tempat yang berbeda-beda kemungkinan memiliki resume yang cukup tebal. Bayangkan ketika anda sudah siap memulai karir yang baru, namun ketika membongkar data resume anda, ternyata datanya sudah cukup usang dan lama tidak diperbaharui sehingga anda harus bekerja keras menambahkan rincian-rinciannya.

Ada baiknya anda memperbaharui resume segera ketika anda melihat adanya kesempatan karir yang baru. Agar resume anda terlihat ‘segar’ dan makin profesional seiring bertambahnya pengalaman kerja anda, sebaiknya anda mengikuti tips-tips berikut ini.

  1. Resume dari orang yang sudah bekerja selama 10 tahun lebih memang terlihat lebih tebal dari resume sarjana baru, tetapi bukan berarti anda harus membuatnya seperti sebuah buku. Anda cukup menjabarkan tugas-tugas dan prestasi kerja terkait jabatan anda, namun tidak perlu dideskripsikan dalam paragraf. Hal ini bisa membuat inti dari pencapaian prestasi dan pengalaman kerja anda tersamarkan.
  2. Hindari mencantumkan informasi yang tidak ada hubungannya langsung seperti jumlah anak, hobi atau minat, kecuali jika semuanya memang diminta atau bisa berkontribusi pada jenis pekerjaan yang anda lamar. Jika anda mencantumkan informasi semacam itu secara berlebihan, resume anda akan terlihat seolah baru dipoles dan terkesan tidak jujur.
  3. Cobalah untuk berfokus pada berbagai prestasi, pencapaian atau penghargaan yang anda capai atau terima sepanjang anda meniti karir, dan buatlah dalam format satu-satu dengan fungsi bullet agar mudah dibaca. Dengan demikian, bagian sumber daya manusia akan segera bisa melihat alasan mengapa anda patut diterima bekerja.
  4. Ketika anda mengetik dan menyimpan data resume untuk dicetak atau dikirim lewat internet, coba buat dalam beberapa format seperti Word Document dan PDF. Dengan demikian, anda bisa melihat seandainya terdapat perubahan bentuk dan susunan paragraf serta letak bullet.
  5. Hindari menyelipkan kata-kata klise seperti ‘perfeksionis,’ ‘termotivasi,’ atau ‘people person.’ Seringkali, penggunaan terlalu banyak kata-kata klise dalam resume sudah cukup bagi seorang manajer untuk menolak sebuah resume. Kata-kata klise menunjukkan bahwa anda kurang memiliki imajinasi atau kreatifitas atau menunjukkan bahwa anda kurang mengenal diri sendiri dengan baik.
  6. Setelah mengetik resume terbaru, pastikan bahwa anda tidak membuat banyak kesalahan ketik. Resume yang menunjukkan banyak kesalahan ketik juga bisa menjadi alasan mengapa resume tersebut langsung disingkirkan segera setelah dibaca, bahkan sebelum benar-benar sampai ke tangan manajer. Hal ini karena kesalahan mendasar dalam sebuah resume (seperti kesalahan ketik yang berlebihan) biasanya merupakan tipe kesalahan yang disaring di tahap awal seleksi.

Akhirnya, jangan lupa untuk benar-benar memeriksa keseluruhan resume yang telah anda perbaharui sebelum memutuskan untuk mengirimkannya. Jika perlu, luangkan 10 hingga 15 menit untuk mengecek resume anda sebanyak tiga kali agar tidak ada kesalahan yang terlewat. Seringkali, sebuah resume yang nampak sempurna ternyata tidak diterima hanya karena ada kesalahan akibat ketidaktelitian, yang seharusnya bisa dihilangkan dengan melakukan pengecekan teliti berulang kali.

Tags: , ,

Share |