Trend Fashion Indonesia untuk Menyambut 2013

December 29th, 2012 | by Penulis Artikel |

Tahun 2012 sudah hampir berakhir, dan para penggemar mode pun berlomba-lomba menjadi yang pertama tahu tentang trend fashion 2013 di Indonesia. Para perancang busana Indonesia pun sudah mulai membuat desain-desain yang diperkirakan akan menjadi trend baru tahun depan, dan beberapa pagelaran busana pun sudah diadakan untuk menyuguhkan sekilas pandang tentang bagaimana kira-kira model dan warna busana yang akan menjadi hits di tahun 2013. Perancang busana seperti Ari Seputra, Era Soekamto dan Tuty Cholid menyuguhkan berbagai gaya berbeda yang menunjukkan ciri khas mereka masing-masing, namun dengan menilik desain pakaian-pakaian yang mereka suguhkan, ada beberapa ciri khas yang bisa kita tandai sebagai trend fashion 2013 di Indonesia.

Warna-warna Cerah

Lupakan warna-warna netral dan kalem seperti kelabu, hitam, putih dan cokelat gelap; trend warna pakaian tahun 2013 adalah warna-warna cerah yang digabungkan sedemikian rupa sehingga nampak apik dipandang. Hal ini juga mendukung fakta bahwa banyak negara yang merupakan kiblat mode seperti Amerika Serikat, Perancis dan Italia memiliki 4 musim, sehingga mereka akan segera memasuki musim semi dimana warna-warna cerah akan merajai panggung mode. Rancangan terbaru Era Soekamto dan Valentino Napitupulu menunjukkan hal ini; desain mereka didominasi oleh warna-warna pastel dan warna cerah seperti jingga, merah dan merah muda.

Tampilan Etnis Masih Digemari

Saat ini, kain batik dan tenun tradisional dari berbagai wilayah Indonesia sedang digemari di kalangan desainer dan pecinta high fashion di berbagai negara, sehingga anda sebagai penggemar mode Indonesia lebih untung karena memiliki akses lebih dekat ke kain-kain semacam itu. Trend fashion 2013 mengusung tema etnis yang berpadu apik dengan unsur-unsur modern seperti atasan kebaya kutu modern berwarna lembut dengan bawahan rok panjang karya Era Soekamto atau gaun asimetris dari kain tenun Makasar yang dipadu sari India karya Carmanita. Tuty Cholid pun tidak ragu-ragu bereksperimen dengan bermacam abaya untuk gaun-gaun malam.

Model Lama di Era baru

Gaya berpakaian glamor ala tahun 20-an hingga 60-an diterjemahkan kembali ke dalam pakaian di era tahun 2012 dan 2013. Desainer Yongki Budisutisna menerjemahkan gaya di era lama ini ke dalam gaun terusan model flapper dan aksen putih di dada yang terbuat dari akrilik.

Aksesoris yang Menonjol

Trend fashion 2013 juga menonjokkan kembali aksesoris yang menonjol baik dalam warna maupun aksen, seperti topi beraksen, ikat pinggang etnis, anting panjang dan sebagainya. Misalnya, Yongki Budisutisna yang menyertakan aksesoris gaya pelaut pada gaun-gaun tahun 60-an rancangannya seperti pita yang menyerupai simpul dasi pelaut dan sepatu berujung runcing tetapi dengan warna merah menyala. Ikat pinggang yang terinspirasi dari berbagai pakaian tradisional Indonesia juga bisa digunakan untuk melengkapi gaun malam terusan bergaya modern sehingga nampak unik dan berkelas.

Walaupun trend fashion 2013 baru ditonjolkan oleh gaun-gaun desainer yang ditunjukkan di acara pagelaran busana, bukan berarti anda tidak bisa mengadaptasi sendiri berbagai trend di atas. Cobalah menyelipkan warna-warna cerah dalam busana sehari-hari anda, misalnya kemeja satin warna merah atau merah muda di dalam jas kerja, gaun dengan aksesoris manik-manik atau yang terbuat dari kain tenun dan ikat pinggang etnis untuk acara malam yang resmi, rok dari kain tenun dengan atasan kemeja polo untuk pergi kuliah serta sepatu dan tas berwarna pastel untuk dipadukan dengan pakaian kasual.

Tags: , ,

Share |